Google
 

Sunday, July 8, 2007

Hadirnya 3 (three) di bali pada tanggal 29 Juni 2007 yang sekaligus bertepatan dengan peluncuran kartu perdana (sp) untuk area denpasar, menandakan 3 sudah dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat yang ada di bali. Kehadiran 3 memang sangat dinantikan oleh masyarakat di bali, terbukti dengan baru 1 hari diluncurkannya kartu perdana 3 untuk no denpasar sudah banyak yang membeli seperti yang terjadi di outlet RIO CELL pada saat itu menghabiskan 8 box (1box = 25 sp) dan harga 1 spnya cuma Rp 9.000 (harga promosi) termasuk pulsa Rp 15.000. Ini merupakan penjualan yang sangat luar biasa yang pernah dialami oleh RIO CELL sejak berdirinya. Untuk masalah pulsanya, di RIO CELL sudah menyediakannya yang bisa didapatkan dari nominal Rp 1.000 - Rp 100.000 baik yang berupa vocher fisik maupun elektriknya. Layanan 3 hadir untuk memudahkan hidup Anda, karena itu setiap saat 3 terus memperbaiki diri agar layanannya dapat dinikmati dengan lebih mudah. Mau tahu bagaimana layanan 3 bisa mempermudah hidup Anda? Jawabnya
1. Bisa dilihat dari segi Features yang hampir lengkap diantaranya sudah dilengkapi dengan :
a. CLIP dan CLIR (Caller Line Identification Presentation (CLIP) adalah fitur standar untuk mengindentifikasi semua panggilan masuk, jadi Anda punya pilihan untuk menjawab panggilan tersebut atau tidak.
Jika Anda ingin menyembunyikan nomor Anda saat melakukan panggilan, gunakan saja Caller Line Identification Restriction (CLIR) dengan menekan #31#. Dengan CLIR nomor Anda akan keluar sebagai ´private number´ di nomor tujuan. Tetapi CLIR hanya berlaku untuk satu kali panggilan, Anda harus menekan kode tersebut lagi jika Anda ingin menyembunyikan nomor 3 Anda pada panggilan berikutnya.)
b. Notify Me (Dengan Notify Me, Anda dapat lebih mudah menghubungi sesama pengguna 3. Misalkan Anda ingin menghubungi pengguna 3 dan orang tersebut sedang tidak bisa menjawab panggilan Anda, mungkin karena ponselnya sedang tidak aktif atau sedang berada di luar servis area. Nantinya, ketika orang tersebut mengaktifkan ponselnya kembali, Anda akan mendapatkan SMS pemberitahuan bahwa orang tersebut sudah dapat dihubungi kembali.
c. GPRS dan Multimedia Message Service (MMS).
d. Sudah didukung dengan Video Call (Dengan Video Call, kamera yang ada di ponsel 3G memungkinkan Anda untuk melihat lawan bicara Anda dan juga sebaliknya. Pastikan saja Anda dan lawan bicara Anda sedang berada di daerah jaringan 3G dan orang tersebut juga menggunakan ponsel 3G. Lalu hubungi nomor tujuan, tekan tombol Video Call dan Anda akan langsung bertatap muka dengannya. Tunggu dulu, masih ada lagi! Anda juga bisa melakukan Video Call internasional. Artinya Anda dapat berbicara dan melihat langsung seseorang yang ada di belahan dunia lain, tekan saja 001 dan tekan tombol Video Call.)
2. Dari segi tarifnya yang lumayan murah untuk saat ini, seperti tarif sms sesama 3 gratis, dari 3 ke semua operator cuma Rp 100. Selain Tarif smsnya yang murah, juga kita dapat bertelepon dari 3 ke 3 tarifnya cuma Rp 150/menit sedangkan dari 3 ke semua opertaor lain Rp 1.000/menit.
Ok, mungkin sudah cukup jelas info yang ada diatas. Buat yang belum jelas bisa melihat di www.three.co.id . ( Sumber dari Pemilik RIO CELL dan www.three.co.id )

Friday, June 8, 2007

Awas Baterai Popnsel Meledak Gara-gara Overcharge

Meski terlihat mudah, cara ini mengundang bahaya, yaitu terjadinya overcharge yang bisa meledakkan ponsel atau minimal mengurangi umur baterai.

Saat ini, baterai rechargeable atau bisa diisi ulang marak dimasyarakat. Berbagai peranti digital dan gadget seperti ponsel, PDA, kamera digital, laptop, hingga mainan anak, semuanya membutuhkan baterai rechargeable ini. Selain praktis, baterai ini memang menghemat biaya.

Bahan baterai yang digunakan sebagai media bermacam-macam. Istilah umum yang digunakan dimasyarakat misalnya Pb, Carbon, NiCd, NiMH, atau Li-Ion. Proses kerja yan terjadi pada semua jenis baterai itu adalah pengubahan energi.
Perubahan materi akan menyerap atau melepaskan energi. Saat digunakan, bahan aktif dalam sel baterai akan melepaskan energi listrik. Proses pelepasan energi ini akan terus berlangsung sampai energi didalam baterai habis atau kosong.
Supaya bisa digunakan lagi, tentu harus diisi ulang, yaitu dengan listrik.

Pada baterai isi ulang, sel-sel yang aktif bersifat reversible (dapat dibalik). Jika baterai diberi tegangan lebih besar dari tegangan yang dihasilkannya, maka akan ada arus listrik yang mengalir ke dalam baterai. Saat dialiri arus listrik ini, sel-sel aktif akan kembali dapat menyimpan energi listrik.

Ketika listrik yang memasok tegangan ke baterai tidak diputus, sementara sel-sel aktif di baterai telah diisi penuh 100%, maka listrik yang lewat tidak akan mengisi sel-sel lagi tetapi akan dilepaskan sebagai panas.
Itulah sebabnya, jika kita melakukan charge terlalu lama, baterai dan ponsel akan terasa panas.

Seremnya lagi, pada beberapa jenis baterai, bahan sel-sel aktifnya bisa menghasilkan gas yang mudah terbakar, jika proses charging dilakukan terus menerus (overcharge).
Panas yang dihasilkan dapat merusak sel-sel aktif yang ada sehingga bahan aktif dalam baterai akan rusak. Secara langsung, baterai akan terasa cepat drop karena menurunnya kapasitas penyimpanan energi.

Seorang pemakai Siemens di Yogyakarta, Sridewa, pernah mengalami kejadian menyeramkan gara-gara overcharge ini.
Sebuah ponsel Siemens C25 dengan baterai murahan yang di-charge terlalu lama, meledak hancur berkeping-keping dengan bekas ledakan mencapai radius 3 meter.
Korban ledakan adalah ponsel Siemens C25 itu, baterai, SIM card (gosong), dan mug bayi (gosong), Tupperware (retak), dan kertas dan kardus yang terbakar.
Untung saja, ledakan tidak membakar seisi kamarnya.

Pada baterai original atau non-original bermutu bagus, hal ini bisa dicegah dengan adanya Battery Charge Controller, sebuah komponen kecil yang ditanam dalam baterai untuk menghentikan proses pengisian jika baterai dianggap telah penuh.
Namun, meskipun ada Charge Controller Chip ini, baterai yang terus menerus berada pada kondisi overcharge akan lebih cepat rusak.
Tanda yang umum adalah panas yang berlebihan pada ponsel dibanding pada saat tidak di-charge.
Jika menemukan hal tersebut, lebih baik hentikan dulu proses charging. Jika controller ini rusak, maka ledakan atau terbakarnya ponsel bisa saja terjadi. (Sumber Terpercaya)