Meski terlihat mudah, cara ini mengundang bahaya, yaitu terjadinya overcharge yang bisa meledakkan ponsel atau minimal mengurangi umur baterai.
Saat ini, baterai rechargeable atau bisa diisi ulang marak dimasyarakat. Berbagai peranti digital dan gadget seperti ponsel, PDA, kamera digital, laptop, hingga mainan anak, semuanya membutuhkan baterai rechargeable ini. Selain praktis, baterai ini memang menghemat biaya.
Bahan baterai yang digunakan sebagai media bermacam-macam. Istilah umum yang digunakan dimasyarakat misalnya Pb, Carbon, NiCd, NiMH, atau Li-Ion. Proses kerja yan terjadi pada semua jenis baterai itu adalah pengubahan energi.
Perubahan materi akan menyerap atau melepaskan energi. Saat digunakan, bahan aktif dalam sel baterai akan melepaskan energi listrik. Proses pelepasan energi ini akan terus berlangsung sampai energi didalam baterai habis atau kosong.
Supaya bisa digunakan lagi, tentu harus diisi ulang, yaitu dengan listrik.
Pada baterai isi ulang, sel-sel yang aktif bersifat reversible (dapat dibalik). Jika baterai diberi tegangan lebih besar dari tegangan yang dihasilkannya, maka akan ada arus listrik yang mengalir ke dalam baterai. Saat dialiri arus listrik ini, sel-sel aktif akan kembali dapat menyimpan energi listrik.
Ketika listrik yang memasok tegangan ke baterai tidak diputus, sementara sel-sel aktif di baterai telah diisi penuh 100%, maka listrik yang lewat tidak akan mengisi sel-sel lagi tetapi akan dilepaskan sebagai panas.
Itulah sebabnya, jika kita melakukan charge terlalu lama, baterai dan ponsel akan terasa panas.
Seremnya lagi, pada beberapa jenis baterai, bahan sel-sel aktifnya bisa menghasilkan gas yang mudah terbakar, jika proses charging dilakukan terus menerus (overcharge).
Panas yang dihasilkan dapat merusak sel-sel aktif yang ada sehingga bahan aktif dalam baterai akan rusak. Secara langsung, baterai akan terasa cepat drop karena menurunnya kapasitas penyimpanan energi.
Seorang pemakai Siemens di Yogyakarta, Sridewa, pernah mengalami kejadian menyeramkan gara-gara overcharge ini.
Sebuah ponsel Siemens C25 dengan baterai murahan yang di-charge terlalu lama, meledak hancur berkeping-keping dengan bekas ledakan mencapai radius 3 meter.
Korban ledakan adalah ponsel Siemens C25 itu, baterai, SIM card (gosong), dan mug bayi (gosong), Tupperware (retak), dan kertas dan kardus yang terbakar.
Untung saja, ledakan tidak membakar seisi kamarnya.
Pada baterai original atau non-original bermutu bagus, hal ini bisa dicegah dengan adanya Battery Charge Controller, sebuah komponen kecil yang ditanam dalam baterai untuk menghentikan proses pengisian jika baterai dianggap telah penuh.
Namun, meskipun ada Charge Controller Chip ini, baterai yang terus menerus berada pada kondisi overcharge akan lebih cepat rusak.
Tanda yang umum adalah panas yang berlebihan pada ponsel dibanding pada saat tidak di-charge.
Jika menemukan hal tersebut, lebih baik hentikan dulu proses charging. Jika controller ini rusak, maka ledakan atau terbakarnya ponsel bisa saja terjadi. (Sumber Terpercaya)
Friday, June 8, 2007
Thursday, June 7, 2007
Waspada Virus HP Dahsyat !!!!
Ini ada berita tentang berita virus terbaru yg berbahaya bagi para pemilik handphone. Virus ini bukan menyerang komputer, tetapi handphone. Cara kerjanya sama dgn virus komputer. Virus ini berasal dari eropa dan sdh mulai menyerang Amerika dan Asia, sekarang sdh masuk ke Indonesia.Cara kerjanya :Handphone anda akan berdering dan menampakkan nama pd layar, antara lain : XXX, YYY, OOO, 123Bila anda menerima kode pd layar handphone seperti demikian, jangan diangkat/diterima, biarkan saja sampai deringnya mati sendiri.Setelah "missed Call" periksalah dalam daftaf call-register hp anda, anda akan mendapatkan huruf XXX, YYY, OOO, 123. Tampa nama dan tanpa identitas lainnya.Kembali ke menu utama layar HP anda.Cobalah kembali ke call-register/missed call anda.Nomor aneh tersebut sudah hilang.....aneh bukan..!!Jika anda menerima hal yg sedemikian, berarti seseorang sedang berusaha mengirimkan virus ke dalam HP anda.Motif : biasanya si pelaku memilih korbannya secara acak, bisa orang dalam negeri sendiri atau bisa juga dari luar negeri. Mereka biasanya mendapatkan nomor HP anda , bila anda pernah memasukkan nomor HP via internet utk melakukan suatu registrasi e-mail atau konfirmasi pembayaran. setelah si pelaku berhasil memasukkan virus ke dalam HP anda, virus akan mengirimkan data identitas, No SIMCARD dan PIN anda (bila anda pelanggan GSM pascabayar) dan mengirimkan nomor PIN dan No SIMCARD anda (bila anda pelanggan GSM prabayar). dari data yg ia dapat, orang tersebut bisa menggunakan pulsa anda dari jarak jauh dan memakai identitas anda utk hal-hal yg buruk. Sehingga anda akan kehabisan pulsa secara mendadak atau perlahan (karena pulsa anda dipakai secara bersamaan dgn si pelaku).Cara kerja virus :Virus yg berhasil masuk, akan segera menyerang simcard anda dan mengirimkan informasi yg berguna bagi si pelaku.Virus akan segera menguras pulsa anda.Virus akan berpindah ke software dalam HP andaVirus akan mengendap dan terus bercokol dalam Software HP anda, jadi jika anda akan berfikir utk mengganti SIMCARD,maka dgn segera virus akan menyerang SIMCARD baru anda.Setelah waktu tertentu Virus akan menjebol software anda, dan.........Tamatlah riwayat HP anda, karena tidak akan bisa dipergunakan dan diservis lagi.Gawatnya, bila HP anda tsb dihubungkan pada komputer/modem, maka virus tsb akan menyerang komputer anda.Daerah yg sudah mewabah : Surabaya dan BandungMungkin satu-satunya accecories yg bisa anda gunakan hanyalah Casing dan Bateray. Mudah-mudahan informasi ini berguna bagi mereka yg memiliki HP dan bagi mereka yg suka bermain SMS. (Sumber Terpercaya)
Subscribe to:
Posts (Atom)